WikiLeaks Rilis Dokumen Mengenai Penyadapan Global yang Dilakukan CIA

WikiLeaks tak ada hubungannya dengan Wikipedia ataupun Yayasan Wikimedia. WikiLeaks atau Wikileaks adalah media massa internasional yang mengungkapkan dokumen-dokumen rahasia negara dan perusahaan kepada publik melalui situs webnya. Organisasi ini bermarkas di Stockholm, Swedia.

Situs WikiLeaks diluncurkan secara resmi pada Desember 2006 oleh disiden politik Cina, jurnalis, matematikawan, dan ahli teknologi dari Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Para pendiri dan orang-orang yang tergabung dalam organisasi ini tidak pernah disebutkan.

Namun artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks.

WikiLeaks yang terkenal sebagai situs pembocor dokumen rahasia negara, kemarin menerbitkan ribuan dokumen terkait dengan aksi peretasan dan penyadapan skala besar yang dilakukan oleh badan intelejen negara Amerika Serikat, CIA.

Dokumen yang dirilis Wikileaks itu mempunyai kode nama Vault 7, dan memiliki total 8761 halaman. Dokumen tersebut menjelaskan tentang seluruh kemampuan dan kegiatan hacking yang dilakukan CIA dalam skala sangat besar dan rapih.

wikileaks.org

Pembocoran ini membuat Wikileaks menjadi organisasi yang membocorkan data rahasia CIA paling besar sepanjang sejarah. CIA nampaknya bernasib sama dengan NSA – yang pada tahun 2013 lalu alami kecolongan data rahasia dan dibocorkan oleh sang whistleblower, Edward Snowden.

Berikut ini adalah beberapa temuan utama yang di dapat dari dokumen Vault 7:

1. WikiLeaks mengungkapkan, CIA menggunakan virus untuk mengubah Samsung Smart TV menjadi alat mata-mata.

Virus ini disebut sebagai Weeping Angel, dimana Smart TV yang sudah terinfeksi virus tersebut akan otomatis terinstal software khusus dan memungkinkan CIA untuk dapat mendengarkan percakapan disekitar area televisi itu, meskipun telah dimatikan.

2. CIA membuat aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal sudah tidak aman lagi

WikiLeaks melaporkan dari hasil data curianya, CIA mampu menembus pertahanan enkripsi aplikasi chatting tersebut sehingga mampu untuk mendapatkan akses chatting pribadi pengguna guna mendapatkan informasi yang diperlukan intelejen.

3. CIA mampu melakukan peretesan pada smartphone berbasis Android dan iOS serta segala macam sistem komputer.

Melalui ribuan sistem malware, virus dan trojan CIA dapat dengan mudah mengambil alih penuh perangkat pengguna. Seperti mampu menyadap semua informasi sensitif yang ada di dalam ponsel komputer, mengendalikan kamera pada perangkat untuk memantau aktifitas pengguna, atau menggunakan mikrofon pada perangkat untuk mendengarkan suara yang ada di sekitar area perangkat pengguna.

4. CIA mampu meng-hacking sistem mobil dan menabrakannya untuk aksi pembunuha yang hampir tidak mungkin dideteksi.

Jika CIA bisa meretas segala sistem komputer, maka tidak heran bila badan intelejen amerika ini mempu meretas sistem dalam mobile. Dalam dokumen WikiLeaks menyebutkan, CIA tengah mencari cara untuk mengendalikan mobil atau kendaraan lainnya yang telah berhasil diretas dari jarak jauh.

Meskipun WikiLeaks belum mampu memastikan hal ini, tetapi ini sangat memungkinkan CIA untuk melakukan aksi pembunuhan rahasia yang hampir tidak mungkin dideteksi oleh siapaun, tanpa kecuali sistem CIA sendiri.

5. CIA mnyembunyikan suatu kerentanan pada produk elektronik agar dapat dimanfaatkan untuk aksi peretasan

Dari dokumen yang didapat, WikiLeaks menuding CIA telah menyembunyikan temuan kerentanan pada suatu produk elektronik (ponsel atau komputer) ternama besutan Google, microsoft atau juga Apple. Hal ini dilakukan CIA agar perusahaan tidak melakukan perbaikan pada produk yang rentan diretas, dengan begitu CIA dapat leluasa memanfaatkan celah tersebut untuk aksi penyedapanya.

wikileaks-membocorkan-rahasia-cia

WikiLeaks sendiri merahasiakan siapa dalang yang melakukan aksi pencurian data rahasia ini, namun WikiLeaks menggambarkan sang pembocor ini sebagai bagian dari pemerintah Amerika Serikat. Terkait hal ini Apple mengambil langkah menenangkan konsumen dengan merilis update terbarunya di iOS untuk mendapatkan keamanan terbaru. Sedangkan Google dan pendiri Linux masih belum memberikan komentarnya. Disaat yang sama Microsoft masih menyelidiki laporan WikiLeaks ini.