Qualcomm Memilih TSMC dan Menyingkirkan Samsung

Qualcomm memilih Samsung sebagai partner dalam mengembangkan chipset Snapdragon 835 pada tahun lalu. Hal tersebut menjadi situasi yang cukup menguntungkan bagi Samsung. Karena perusahaan ini berhasil meraup keuntungan yang lumayan banyak dari penjualan Samsung Galaxy S8, yang diketahui dibekali chipset Snapdragon 835.

Di sisi lain, Qualcomm sebagai perusahaan yang mengembangkan chipset tersebut, bisa mendapatkan akses teknologi prosesor 10 nm milik Samsung. Dimana chipset Snapdragon 835 akhirnya laris, dan digunakan untuk meyokong jutaan unit Galaxy S8. Sehingga kedua perusahaan ini saling mendapatkan keutungan, dari adanya jalinan kerja sama produksi chipet tersebut.

Melangkah Bersama TSMC, Qualcomm Singkirkan Samsung

1 Qualcomm Memilih TSMC dan Menyingkirkan Samsung

Dilansir dari halaman SamMobile, diinformasikan bahwa produsen chip prosesor ini telah menyingkirkan Samsung. Namun mereka menjalin kontrak dengan TSMC, yang merupakan pesaing dari produsen smartphone asal Korea Selatan tersebut.

Qualcomm selaku pemilik merek Snapdragon tersebut, bermaksud untuk mencoba melangkah bersama TSMC dalam mengembangkan prosesor 7 nm. Oleh karena itulah mereka menjalin kerja sama dengan TSMC, agar bisa mendapatkan akses teknologi 7 nm dalam pengembangan chipset.

Qualcomm dan TSMC akan mengembangkan chipset terbaru, yang nantinya akan digunakan untuk smartphone flagship terbaru generasi berikutnya. Jika informasi yang disampaikan pada halaman SamMobile tersebut merupakan kebenaran. Maka tahun ini akan menjadi tahun-tahun yang buruk, bagi produsen ponsel android asal negri gingseng tersebut.

Mengapa dikatakan tahun yang buruk bagi Samsung? Hal ini dikarenakan, beberapa waktu yang lalu Samsung juga sempat kehilangan kontrak dengan Apple, untuk membuat chipset iPhone.

Qualcomm tengah kembangkan prosesor 7 nm

Qualcomm Memilih TSMC dan Menyingkirkan Samsung

Secara diam-diam namun pasti, rupanya Qualcomm tengah mengembangkan prosesor 7 nm. Proses pengembangan chipset ini, sudah dilakukan pemilik merek Snapdragon ini sejak paruh kedua tahun lalu. Tentunya dengan dukungan mesin pengembang chip, yang disediakan oleh TSMC.

Qualcomm ingin memproduksi prosesor generasi terbaru mereka, yang mungkin akan disebut Snapdragon 845 atau Snapdragon 855. Mereka berencana ingin menghadirkan chipset flagship buatan mereka tersebut, pada awal tahun 2018 mendatang.

Di lain pihak, Samsung baru saja memisahkan antara perancangan bisnis dan penjulan chipset-nya. Sementara itu, pengamat bisnis diperusahaan tersebut melihat penjualan sebesar $4.44 miliar pada tahun lalu. Sekitar 40 persen atau $1.78 miliar dari penjulaan tersebut, dikatakan berasal dari pembuatan chipset Snapdragon.

Sementara Samsung berfokus pada proses pembuatan chipset 10 nm, justru membuat teknologi 7 nm-nya jadi tertunda dan terbengkalai. Sedangkan TSMC lebih mendahulukan serta berfokus pada teknologi 7 nm, dan melewatkan proses 10 nm.