Pemerintah US Ingin Membangun Supercomputer Exascale

Amerika sepertinya ingin menonjolkan teknologi mereka dihadapan negara-negara di dunia. Hal ini dibuktikan dengan rencana mereka yang ingin membangun supercomputer generasi selanjutnya. Departemen Energi US telah diberikan dana sebesar $258 juta dollar atau setara dengan 3.44 triliun rupiah.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai HPE, Cray, AMD, Intel, IBM, and Nvidia. Uang senilai 3.44 triliun rupiah itu akan dimasukan ke dalam proyek pengembangan komputer exascale, yang nantinya mampu menghasilkan miliar-miliar kalkulasi perdetik.

Uang yang mencapai ratusan juta dollar itu akan dialokasikan untuk proyek supercomputer tersebut, selama periode kontrak 3 tahun. Masing-masing perusahaan teknologi di atas juga telah menyepakati, akan menyediakan setidaknya 40 persen dari total biaya proyek. Total nilai investasi dari proyek komputer super ini mencapai $430 juta dollar Amerika.

Pemerintah US dan Perusahaan Teknologi Bangun Supercomputer Exascale

1 Pemerintah US Ingin Membangun Supercomputer Exascale
source: wordpress

Komputasi exascale dikatakan dapat melampaui batasan komputasi biasa. Batasan yang dimaksud mencakup data besar yang bahkan terlalu besar untuk ditelan, sistem yang sudah usang, serta konsumsi energi yang terlalu besar.

Para teknisi akan berkonsentrasi untuk dapat meningkatkan efisiensi energi mesin komputer ini. Sekaligus sambil meningkatkan kapasitas memori, untuk tingkat kinerja yang lebih tinggi secara keseluruhan. Mereka memperkirakan bahwa mereka membutuhkan sistem yang 10 kali lebih cepat, dari prototipe terbaik yang sudah ada saat ini.

Kemampuan kinerja komputasi exascale yang amat sangat luar biasa, berpotensi dapat memberikan terobosan di banyak sektor. Mulai dari sektor finansial sampai dengan penemuan ilmiah, yang nantinya dapat didukung oleh komputasi exascale.

Dilansir dari halaman The Verge, Bill Mannel selaku VP dan general manager HPC Segment Solutions di HPE. Bill mengatakan bahwa hibah penelitian ini telah dikerjakan sebagai bagian dari kerja HPE, yang terus berlanjut dengan supercomputer.

Pada bulan Mei yang lalu HPE mengumumkan komputer dengan memori tunggal terbesar hingga saat ini. Komputer yang luar biasa itu, menjadi program R&D terbesar di perusahaan tersebut. HPE memperkirakan bahwa arsitektur komputasi berbasis memori bisa mencapai 4.096 yottabyte, atau 250.000 kali ukuran era digital saat ini.

Soal Supercomputer, Amerika tidak ingin tertinggal oleh Cina

Pemerintah US Ingin Membangun Supercomputer Exascale
source: defencetalk

Ini bukan investasi pertama Departemen Energi US, dalam konteks global yang kompetitif. Pada tahun 2011 mereka mendapatkan kontrak secara terpisah sebesar $97 juta dollar. Uang tersebut digunakan Cray dan Nvidia untuk membangun supercomputer tercepat di dunia bernama Titan.

Tujuan Departemen Energi US sebenarnya ingin mengembangkan setidaknya satu sistem, yang memiliki kemampuan exascale pada tahun 2021. Hal ini mereka lakukan karena supercomputer yang ada pada saat ini masih tertingal jauh. Titan yang dibuat dengan dana $97 juta dollar, menempati posisi ketiga dunia, dua peringkat di belakang Cina.

Di lain pihak, Cina diperkirakan akan menyelesaikan sebuah komputer exascale buatan mereka pada tahun 2020. Oleh karena itulah, pemerintah Amerika menggandeng beberapa perusahaan teknologi untuk membangun komputer exascale. Karena Amerika tidak mau kalah saing dengan Cina, yang sudah lebih dulu memulai proyek supercomputer dengan kinerja komputasi exascale.