Google Mampu Deteksi Aplikasi Yang Membahayakan Privasi

Algoritma mesin pembelajaran terbaru Google, kini dapat membantu menemukan aplikasi yang membahayakan privasi penggunanya. Algoritma ini akan bekerja dengan mempelajari kebiasaan aplikasi-aplikasi yang terpasang pada smartphone. Nantinya ia akan menyaring, aplikasi mana saja yang terlalu banyak meminta data pribadi pengguna.

Seperti yang ditunjukan oleh Google, sebagian besar aplikasi hadir untuk menghibur, dan memberikan kemudahan bagi pengguna. Tapi untuk itu, kita harus memberikan aplikasi-aplikasi tersebut akses, ke dalam data-data yang mereka butuhkan. Misalnya, aplikasi kamera memerlukan akses ke sensor kamera, atau aplikasi peta navigasi yang memerlukan akses ke sensor GPS.

Lalu bagaimana jika aplikasi buku gambar, justru meminta akses ke lokasi, kontak, dan mikrofon. Padahal aplikasi android semacam ini, sama sekali tidak membutuhkan akses yang berlebihan seperti itu, karena tidak ada kaitanya dengan aplikasi tersebut.

Google Dapat Mengetahui Aplikasi Yang Membahayakan Privasi Pengguna

1 Google Mampu Deteksi Aplikasi Yang Membahayakan Privasi
source: tokopedia.net

Aplikasi-aplikasi yang tidak aman dan mengganggu seperti itu, tentu akan membuat risih para pengguna smartphone. Tapi masalahnya, aplikasi yang membahayakan privasi seperti itu, agak sulit untuk diingat satu persatu. Mengingat, di Play Store terdapat banyak sekali aplikasi, dan cukup sulit untuk mengingat aplikasi mana saja yang kurang aman.

Agar dapat menemukan aplikasi yang membahayakan privasi seperti itu, Google telah menemukan solusinya. Mereka membuat apa yang disebut dengan “Rekan Fungsional”, atau grup aplikasi yang memiliki fitur serupa. Mereka kemudian akan membandingkan aplikasi-aplikasi serupa dalam satu kelompok. Agar mereka lebih mudah menemukan, aplikasi yang menonjol dalam meminta izin akses yang mereka butuhkan.

Contohnya, jika ada aplikasi chatting yang meminta lebih dari delapan izin akses. Sementara yang lainnya hanya meminta 3 sampai 4 izin saja, maka Google akan mengetahui bahwa ada yang tidak beres pada aplikasi tersebut.

Masalahnya adalah, sistem ini masih menggunakan cara tradisional. Algoritma Rekan Fungsional ini didasarkan pada kelompok yang tetap, jadi cara ini sangat tidak fleksibel. Tapi beberapa aplikasi akan melakukan banyak hal yang berbeda, dan meminita izin akses lebih banyak, dibanding aplikasi lain yang satu kelompok dengannya. Jadi untuk memperhatikan kebiasaan, aplikasi-aplikasi tersebut satu persatu tidak menjadi masalah.

Cara ini cukup meyakinkan, dan Google terlihat menjalakan peranannya dalam meminimalisir aplikasi yang membahayakan privasi di Play Store.

Itu sebabnya Google telah mengembangkan algoritma mesin pembelajaran, yang secara otomatis akan mengelompokan aplikasi. Nantinya aplikasi akan dikelompokan berdasarkan fungsi yang serupa, dan juga meta data aplikasi tersebut. Jadi algoritma akan mengelompokan aplikasi, berdasarkan meta deskripsi aplikasi yang serupa dan metrik pengguna.