Mengintip 5 Fitur Terbaru Pada Sistem Operasi Android O (Oreo)

Setelah pada tahun lalu Google resmi merilis sistem operasi android Nougat, saat ini mereka sedang mengembangkan OS baru yang disebut android O. Pihak Google sendiri belum memberitahukan secara resmi sebutan dari sistem operasi android O tersebut. Tapi banyak beredar kabar bahwa huruf O itu, merupakan kepanjangan dari Oreo.

Dikabarkan Google akan memperkenalkan kepada publik, sistem operasi android Oreo tersebut pada ajang Google I/O. Ajang itu merupakan acara tahunan dari perusahaan pengembang tersebut, dan akan digelar pada bulan Mei mendatang.

5 Fitur Yang Ada Pada Sistem Operasi Android O

Pada tanggal 21 Maret, tepatnya hari selasa kemarin, perusahaan ini telah meluncurkan versi developer preview dari android O. Hal ini sama persis dengan yang mereka lakukan, sebelum akhirnya merilis secara resmi android Nougat pada tahun lalu.

Langkah yang Google ambil itu, semata-mata agar para developer dapat memberikan masukan untuk mensupport pengembangan OS android terbarunya. Sehingga developer dari Google dapat memperbaikinya sebelum tanggal peluncuran resminya. Adapun beberapa fitur yang terdapat pada android O adalah:

1. Pembatasan aktifitas pada background

Saat mengembangkan android Nougat, Google telah membuat batasan aktifitas terhadap aplikasi smartphone. Mereka melakukan hal itu, agar para pengguna dapat menghemat daya baterai, tanpa harus memasang aplikasi pihak ketiga di dalam ponselnya.

Tidak hanya itu saja, Google juga menambahkan pembatasan aktifitas lain terhadap aplikasi. Seperti pembatasan pengiriman sinyal ke aplikasi agar bisa melakukan beberapa hal tertentu. OS ini juga dapat membatasi aktifitas sebuah aplikasi pada background, dan membatasi pendeteksi lokasi menggunakan GPS.

2. Hadirnya fitur kategori notifikasi

notif-sistem-operasi-android-o

Android O juga menghadirkan fitur kategori notifikasi, yang berguna untuk mengelompokan notifikasi dari beberapa aplikasi. Namun terlebih dahulu pengguna harus menyatukan beberapa aplikasi tersebut ke dalam satu kategori. Fitur ini akan memudahkan pengguna untuk memilih atau memblokir notifikasi dari aplikasi tertentu.

3. Picture in Picture

Fitur lain yang bisa kita temukan pada sistem operasi android O adalah PIP (picture in picture). Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan kegiatan multitasking, sehingga pengguna bisa mengerjakan beberapa aktifitas secara bersamaan.

Contohnya, pengguna bisa streaming YouTube sambil mengobrol dengan teman menggunakan aplikasi chatting. Fitur canggih ini sebelumnya sudah pernah disematkan oleh Google, ke dalam Android TV.

4. Penampilan ikon yang adatif

ikon-sistem-operasi-android-o

Ikon yang dimiliki android  O ini juga lebih adatif, karena bentuknya dapat menyesuaikan dengan perangkat yang digunakan. Hal ini jadi lebih memudahkan pekerjaan developer, karena pengembang hanya perlu membuat satu macam ikon.

Tapi nantinya ikon tersebut dapat berubah bentuk menjadi prisma atau lingkaran dengan sendirinya, sehingga developer tidak perlu membuat banyak model ikonnya.

5. Dukungan koneksi yang banyak ragamnya

Di dalam versi terbaru dari sistem operasi android ini, Google juga menambahkan dukungan konektivitas tekonolgi baru. Konektivitas tersebut meliputi Bluetooth audio berkualitas tinggi (LDAC), serta Wi-Fi Aware (NAN). Tentu saja teknologi terbaru itu dapat dimanfaatkan oleh developer, untuk membuat aplikasi yang dapat diintegrasikan.

Itulah 5 fitur baru yang hadir pada sistem operasi android O, dan bisa membuat perangkat smartphone jadi semakin pintar. Selain itu, Google juga memberikan kemudahan ke pada developer dalam membuat ikon untuk OS terbaru dari android tersebut.