MADE Angkatan Kedua Guna Memajukan Developer Lokal

Dicoding buka MADE angkatan kedua
CEO Dicoding Narenda Wicaksono, Menkominfo Rudiantara, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf saat peluncuran angkatan kedua “Menjadi Android Developer Expert”

 

Dicoding, platform digital yang menjembatani pengembang aplikasi dengan peluang dan kebutuhan pasar, mencoba membantu mengatasi masalah kurangnya ketersediaan pengembang yang mumpuni dengan membuka kelas yang membantu menyediakan pengembang dengan skillset yang dibutuhkan dunia industri yang terus berkembang pesat.

Tingginya adopsi masyarakat terhadap Android menjadikan kebanyakan startup melengkapi diri dengan ketersediaan aplikasi di platform buatan Google tersebut. Kelas “Menjadi Android Developer Expert (MADE)” angkatan kedua adalah salah satu wujud usaha tersebut. Tersedia secara online, MADE bisa diikuti oleh siapapun di Indonesia yang memiliki akses internet. Sebagai Google Authorized Training Partner di Indonesia, Dicoding berharap akan lahir ribuan pengembang Android baru.

Program yang telah dimulai sejak awal januari 2015 ini memiliki lebih dari 71 ribu anggota dari 336 kota di Indonesia. Selain Android, Dicoding juga sudah bermitra dengan IBM, Microsoft, dan LINE.MADE angkatan pertama disebutkan memiliki 2100 peserta, dari pelajar, penggiat startup, freelance developer, dan pegawai di sektor teknologi informasi.

Kelas MADE yang tersedia secara online, memiliki 125 modul berbahasa Indonesia, 35 video tutorial, dan 24 kuis. Modul tersebut, jika dicetak menjadi buku (yang memang dibagikan untuk setiap peserta), terdiri dari total 670 halaman. Modul ini berbeda dengan modul-modul Google atau pihak lainnya karena modul ini berbahasa Indonesia, yang menjadikan keunggulan program ini.

“Selain pesatnya perkembangan teknologi pemrograman di bidang software engineering, ketersediaan akses terhadap pembelajaran teknologi yang ‘cutting-edge’ dalam Bahasa Indonesia dan mudah dipahami juga masih sangat terbatas. Persoalan inilah yang berusaha kami atasi melalui Dicoding Academy sehingga siapapun dapat mempunyai kesempatan belajar teknologi termutakhir, kapanpun dan di manapun ia berada.” Ujar Narenda Wicaksono selaku Co-Founder dan CEO Dicoding.

Setiap sesi pembelajaran akan di-review secara manual dan timbal balik. Penilai diharapkan memberikan motivasi bagi para pengembang untuk terus memperbaiki hasil coding-nya. Merealisasikan materi dalam Bahasa Indonesia untuk kelas MADE merupakan sebuah langkah nyata dalam meningkatkan kualitas SDM. “Harapan saya agar kesempatan baik ini dapat dimaanfaatkan oleh developer Indonesia untuk meningkatkan skill dan kualifikasi mereka sehingga memiliki daya saing secara global.” sambut Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Baca juga berita lainnya.