Travis Kalanick Mengundurkan Diri Sebagai CEO Uber

Travis Kalanick telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Uber. Berita tersebut beredar setelah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang transportasi onlline tersebut, terkena rentetan masalah dan skandal kontroversi. Kalanick baru saja mengambil cuti setelah kematian ibunya pada beberapa waktu yang lalu.

Dikabarkan dari The New York Times yang dilansir dari The Verge Sekelompok investor besar Uber menuntut pengunduran diri CEO Uber tersebut, pada hari selasa yang lalu. Lalu Kalanick menyetujui tuntutan para investor besar perusahaan tersebut, setelah melakukan diskusi panjang.

Meskipun CEO Uber itu telah mengundurkan diri dari jabatannya, tapi kabarnya dia akan tetap berada di kursi dewan komisaris Uber. Kalanick juga akan tetap memiliki mayoritas saham terbesar, dari perusahaan transportasi berbasis online tersebut.

CEO Uber Mengundurkan Diri

2 Travis Kalanick Mengundurkan Diri Sebagai CEO Uber
source: techstory

“Saya sangat mencintai Uber melebihi apapun yang ada di dunia ini. Pada saat yang sulit dalam kehidupan pribadi saya, selaku CEO Uber saya telah menerima permintaan para investor untuk menyingkir dari jabatan saya sebagai CEO. Agar Uber dapat kembali membangun, daripada terganggu dan kalah saing dengan para pesaingnya”. Begitu kata Kalanick dalam sebuah pernyataan kepada New York Times.

Salah seorang dewan perusahaan transportasi online ini juga menyatakan, bahwa Travis selalu menempatkan Uber terlebih dahulu dibanding kepentingan lainnya. Anggota dewan tersebut menambahkan, apa yang dilakukan Travis adalah keputusan yang sangat berani. Keputusan CEO Uber ini juga menjadi tanda pengabdiannya, serta pembuktian rasa cintanya terhadap Uber.

Deretan masalah yang menjegal Uber

1 Travis Kalanick Mengundurkan Diri Sebagai CEO Uber
source: mystartupsa

Sepanjang tahun ini saja, sudah ada beberapa masalah yang membuat kredibilitas Uber menurun. Sehingga membuat perusahaan transportasi berbasis online ini sempat tersandung masalah hukum. Deretan masalah yang diterima Uber pada tahun ini antara lain.

  • Tuduhan pelecehan seksual yang semakin meluas.
  • Beredarnya video yang menunjukkan bahwa Kalanick terlibat adu mulut dengan salah seorang supir.
  • Termasuk juga tuntutan besar yang datang dari Google Waymo, terkait pencurian kekayaan intelektual seputar mobil yang dapat bergerak sendiri.
  • Seorang eksekutif mendapat catatan medis dari seorang wanita yang diperkosa oleh sopir di India.

Masih banyak lagi masalah yang dihadapi oleh Uber sepanjang tahun ini. Bahkan perusahaan tersebut baru-baru ini dikabarkan telah memecat 20 orang karyawannya. Dilaporkan, pemecatan 20 orang karyawan oleh Uber, merupakan hasil dari penyelidikan terhadap budaya kerja di perusahaan tersebut.