Botika Untuk Bisnis Travel dan SocialComm

56

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Botika, Startup Chatbox Lokal untuk Bisnis Travel dan Social Commerce

Botika Startup Lokal Fokus Pada Bisnis Travel Dan SocialCommercial - Startup - News
Botika Founder, Ditto Anindita

Sejumlah startup yang memanfaatkan teknologi chatbox turut hadi di Indonesia, seperti Kata.ai dan BangJoni yang telah meluncurkan berbagai produk. Terbaru adalah Botika, startup chatbox yang berasal dari Yogyakarta ini fokus pada bisnis travel dan social commerce. Layanan yang diberikan dapat menangani pertanyaan dan keluhan dari pegguna aplikasi chat Facebook Messenge, LINE. Pertanyaan dan keluhan tersebut dapat dibalas melalui aplikasi chat pada tiap media social tersebut.

“Sebagus apapun sistem yang ada, banyak pelanggan yang tetap ingin melakukan kontak dan minta dilayani secara manual oleh customer service. Hal ini menjadikan para petugas customer service tersebut menjadi kewalahan,” ujar Ditto Anindita selaku Founder Botika. Sebagai langkah awal, mereka akan fokus memberi solusi dalam bisnis penjualan tiket. Selain itu, Botika juga mulai bekerja sama dengan banyak perusahaan nasional lain.

Mereka juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar di luar bisnis pemesanan tiket untuk membangun layanan chatbot. “Beberapa perusahaan nasional yang bekerja sama dengan kami adalah Bank Bukopin, PPOB Nusantara, serta beberapa perusahaan lain di bidang operator seluler dan penyedia layanan call center,” tambah developer yang sebelumnya juga pernah mendirikan situs agregator tiket dalam bidang business to business (B2B) dengan nama OkeTiket ini.

Layanan ini akan memudahkan para penjual yang menggunakan sistem online untuk melayani para pelanggannya. Meski sudah ada startup chatbox di bisni social commerce seperti PrismApp, Namun Ditto tetap yakin dengan produk dan keunggulan layanan yang dimilikinya, seperti sentiment analysis hingga user profiling.

Ditto mengklaim bahwa layanan mereka sudah memiliki sekita 5,7 juta pengguna, yang merupakan total semua perusahaan yang telah bekerja sama dengan Botika. “Saat ini pun kami terus melakukan training pada chat Botika agar lebih memahami berbagai bahasa yang digunakan oleh masyarat di Indonesia, seperti bahasa baku, bahasa daerah, bahasa alay, bahasa slang, hingga singkatan,” tambah Ditto.

Hingga kini, startup lokal ini pun masih beroperasi dengan dana pribadi atau bootstrapping dari para foundernya; yakni Vita Subiakto, Galuh Koco Sadewo, dan Prima Yoga Kharisma, selain Ditto. Mereka berempat berkembang menjandi tim yang berjumlah 10 orang, dan mendapat penghasilan dari setiap percakapan yang dilayani Botika.