BSD Tangerang, Apple Akan Membangun Pusat Riset Pertama Di Indonesia

Pemerintah Indonesia mewajibkan Apple untuk membangun pusat riset pertama di Indonesia, sebagai syarat memasarkan produknya di tanah air. Produsen smartphone asal Amerika Serikat ini pun, sudah memenuhi persyaratan tersebut. Mereka memilih BSD Tangerang sebagai lokasi pembangunan pusat risetnya, tepatnya di Green Office Park, BSD City, Tangerang, Banten.

Apple hanya menyewa gedung yang mereka pilih di Green Office Park sendiri, sambil menunggu proyek hub BSD selesai dikerjakan. Untuk kemudian mereka akan membangun pusat risetnya sendiri di sana.

Seperti yang disampaikan tenaga ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar, “BSD City nanti akan dibangun kawasan semacam Silicon Valley. Barangkali nanti kalau sudah jadi, baru Apple bangun di sana yang tetap”.

Pusat Riset Pertama Di Indonesia Milik Appel, Membuka Lapangan Kerja Baru

pusat-riset-pertam-di-indonesia-milik-apple

Sanny menambahkan, bahwa pusat riset Apple di Green Office Park sendiri ditargetkan, akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2017 ini. Dan bisa membuka lapangan kerja baru disini, karena diperkirakan pusat riset milik Apple ini dapat menyedot 300 sampai 400 tenaga kerja lokal.

Apple berkeinginan untuk mendidik pekerja lokal di Indonesia, dalam mengembangankan software dan aplikasi. Nantinya akan ada mentor yang menuntun para pekerja lokal di pusat riset Apple pertama di Indonesia itu. Selain di BSD, Appel juga akan membangun dua pusat riset lainnya, yang direncanakan dibangun masih di pulau Jawa, dan juga Sumatra.

Pembangunan pusat riset Apple di Indonesia ini, merupakan salah satu itikad baik Apple untuk bisa medapatkan sertifikasi TKDN. Sehingga semua produk Apple dapat dijual resmi di tanah air.

Vendor gadget asal US tersebut, diberikan waktu tiga tahun oleh pemerintah, untuk menyelesaikan segala persyaratan investasi yang bernilai 48 juta dollar Amerika itu.

Tentu saja langkah Apple untuk berinvestasi di Indonesia ini, dapat meningkatkan ekonomi di Indonesia, serta mengurangi jumlah pengangguran.

Karena selain bisa menambah pendapatan negara, investasi dari Apple ini juga dapat menyedot hingga 400 tenaga kerja lokal. Strategi investasi yang mereka ambil, tidak lepas dari kepentingan pemasaran produk-produk Apple di Indonesia.