Teknobos
Tech in Touch

Mengenal Algoritma Google Pirate Atau Sering Disebut Google Bajak Laut!

Pada setiap tahunya google selalu mengelurkan perubahan terhadap algoritmanya. Meskipun sebagian besarnya hanyalah perubahan kecil, akan tetapi google juga melakukan perubahan besar dalam beberapa Algoritmanya seperti google Panda, Google Pengguin, Algoritma Google Pirate, Google Hummingbird, Google Fred dan sebagainya.

Pada dasarnya, Algoritma pencarian merupakan istilah Sistematis untuk merujuk pada panduan yang Google gunakan untuk memilah dan memilih milyaran halaman web dan informasi lainnya. Serta memungkinkan untuk menemukan jawaban yang dianggap sebagai yang terbaik.

algoritma-google-pirat
source: teknobos

Pengertian Algoritma Google!

Algoritma adalah sebuah rancangan prosedur perhitungan yang dilakukan langkah demi langkah untuk otomatisasi suatu proses. Alasan Google mesin pencari membuat algoritma ini karena mustahil, jika melakukan pengecekan semua halaman Web atau Blog satu per satu.

Semua Algoritma inilah yang akan memberikan peringkat kesetiap halaman untuk kueri yang dimasukkan dalam sebuah pencarian-pencari.

Google membuat sebuah algoritma untuk mengelola data setiap halaman situs web atau blog. Algoritma ini memiliki fungsi masing-masing, seperti memproses nama domain, memproses link, memproses onpage, memproses konten dan lain sebagainya.

algoritma-google-pirate

Nah yang kali ini kami akan menyampaikan dan mengulas tentang Algoritma Google Pirat, atau yang sering disebut dengan Algoritma Bajak laut. Seperti apa ketentuan dan cara kerja dari Algoritma ini? Mari kita bahas bersama.

Apa Itu Algoritma Google Pirate?

Algoritma Pirate, merupan sebuah sistem ketentuan pada sebuah mesin pencarian untuk menyaring Web atau Blog yang tidak kompeten. Algoritma ini bertujuan untuk mencegah situs-situs yang banyak menerima laporan pelanggaran hak cipta mendapatkan ranking yang bagus di mesin pencari Google.

algoritma-pirate
source: techworm

Laporan ini dibuat melalui sistem DMCA (Digital Millenium Copyright Act) oleh orang-orang yang merasa konten yang ada di sebuah situs Web atau Blog telah melanggar hak cipta orang lain dengan, cara membuat konten tanpa izin Seperti : Sofware, Lagu, Filem, Klip Video, Gambar dan sebagainya.

Algoritma Google Pirate 2012

Sejak bulan Agustus 2012, Google telah menerapkan algoritma Bajak Laut ini untuk menyaring situs web atau blog yang dilaporkan karena memiliki Data atau konten yang melanggar hak cipta.

Ini menyebabkan beberapa situs dan blog setara DMCA (Digital Mellennium Copyright Act) yang tinggi mengalami penurunan drastis dari mesin pencarian google.

Algoritma Google Pirate 2013

google-pirate
source: thesempost

Pada akhir tahun 2013, Google merilis laporan berjudul “Bagaimana Google Memerangi Pembajakan” Laporan ini memberikan informasi mengenai upaya google untuk memerangi pembajakan dalam internet dan pelanggaran hak cipta. Prinsip Pembajakan Menurut Google:

  • Menciptakan jalur hukum yang lebih baik mengenai pembajakan untuk pengguna internet.
  • Menghilangkan situs “bandel” dari layanan iklan google ads.
  • Menghapus situs “bandel” dari mesin pencarian.
  • Mendeteksi dan menolah tuduhan pelanggaran palsu.
  • Transparasi dengan mengungkapkan jumlah laporan DMCA yang Vailid.

Algoritma Google Pirate 2014

Pada tanggal 17 Oktober 2014, google telah mengumumkan update algoritma pirate yang dikenal sebagai Pirate 2.0, dengan memiliki fitur seperti:

algoritma-google-bajak-laut
source: searchengineland
  • Lebih ampuh dalam menyaring situs web atau blog yang melanggar hak cipta.
  • Perbaikan fitur autocomplete yang mencakup penurunan peringkat pencarian yang lebih komprehensif dan penghapusan terhadap situs yang menerima panduan DMCA.
  • Format iklan baru untuk diluncurkan untuk iklan yang menyangkut media digital. Iklan akan dirancang untuk membantu para user menemukan legalitas yang dicarinya.

Dampak Google Pirate 2.0

Dampak dari algoritma google pirate 2.0 lebih besar dari peluncuran perdananya 2012 lalu. Dari yang sudah dianalisakan searchmetrics, beberapa situs sudah mengalami penurunan sebesar 98% dari daftar pencarian Google.

Marcus Tober selaku pendiri dari Searcmetrics menyatakan, bahwa situs seperti “download free movies, online free movies, movies download dan lainya” akan merasakan dampak dari algoritma pirate 2.0 ini. Jadi kalian harus berhati-hati ketika mengunggah tanpa hak-cipta.

Pada akhirnya, kita semua harus memahami dan mengikuti maksud dan tujuan setiap update algoritma google, seperti Google CaffeineGoogle Panda, Google Penguin, Google Hummingbird, Google Fred dan sebagainya. Agar Web atau Blog kita menjadi referensi utama dari pencarian.