Algoritma Google Dinosaurus

Algoritma Google Dinosaurus adalah salah satu algoritma Google, yang berguna untuk membuat hasil penelusuran jadi lebih akurat dan relevan. Secara garis besar, Algoritma Google ini ditujukan untuk mendapatkan hasil penelusuran yang tepat dengan topik pencarian.

Tujuan utama algoritma ini adalah memberi hukuman kepada, situs-situs yang memiliki konten tidak bermutu, dan dianggap spam oleh Google. Hasil penelusuran tidak akan menampilkan website atau blog semacam ini. Karena pemilik situs tidak memperdulikan topik yang dicari oleh pengguna.

Sebenarnya cukup banyak situs yang memiliki konten kurang bermutu, dan hanya mementingkan jumlah pengunjung saja. Mereka dengan sengaja menyematkan kata kunci secara berlebihan, agar Google lebih cepat mengindeks konten mereka. Meskipun isi artikel yang mereka buat menggunakan kata-kata yang sangat sedikit, tapi mereka memasukan kata kunci melebihi jumlah yang sudah ditentukan.

Mengenal Algoritma Google Dinosaurus

Algoritma Google ini adalah algoritma yang berguna untuk memaksimalkan hasil pencarian pada SERP (Search Engine Result Page). Algoritma ini ditujukan agar peringkat hasil penelusuran yang dicari pengguna, bisa tepat sasaran dan sesuai dengan topik yang pengguna inginkan.

Algoritma berlogo Dinosaurus ini merupakan tingkat lanjut dari algoritma Google sebelumnya yakni Penguin, yang diluncurkan pada bulan Januari 2013. Google Dinosaurus ini memang serupa dengan Google Pinguin, hanya saja algoritma Dinosaurus tersebut lebih sadis dari algoritma Penguin.

Algoritma Google Dinosaurus
source: clipartfest

Sasaran algoritma Dinosaurus

Sasaran dari algoritma Google ini adalah website atau situs yang memiliki reputasi buruk. Parameter yang digunakan untuk menilai situs berkualitas rendah, antara lain.

1. Situs dengan banyak banner iklan

Semua pengunjung situs pasti akan sangat terganggu dengan adanya banner iklan yang terlalu banyak. Ketika Algoritma Dinosaurus ini merayapi situs tersebut, maka situs itu akan didepak oleh Google. Hal ini dilakukan karena website tersebut membuat pengunjungnya tidak nyaman, dengan adanya banner iklan yang terlalu banyak.

2. Website yang memiliki backlink tidak relevan

Selain iklan, backlink yang tidak relevan juga akan membuat pengunjung jadi terganggu. Karena akan melenceng dari topik yang dicari pengunjung, dan bahkan cenderung dapat menyesatkan pengunjung. Pemilik situs memang harus menyematkan backlink yang sesuai dengan topik pembahasan kontennya. Setidaknya backlink yang digunakan harus sesuai dengan niche situs itu sendiri.

3. Situs dengan konten hasil copy paste

Banyak pemilik situs yang mengambil jalan pintas dalam mengisi konten websitenya, yakni dengan cara copy paste. Sehingga konten yang terdapat pada situs tersebut tidak memiliki originalitas, alias hasil menjiplak. Sudah seharusnya pemilik website menyediakan konten original hasil buatan mereka sendiri, karena jika tidak, algoritma Google ini akan menyingkirkan situs tersebut.

4. Website yang mengandung konten dewasa

Sasaran Google Dinosaurus lainnya adalah, website yang mengandung konten dewasa di dalamnya. Bila algoritma Google ini sampai menemukan konten semacam itu pada sebuah website, maka dia akan langsung menyingkirkan situs tersebut.

5. Situs dengan konten minim dan asal-asalan

Situs yang memiliki konten minim serta asal-asalan akan disingkirkan oleh algoritma Google ini. Karena pemilik situs dianggap tidak niat dalam memberikan informasi kepada pengunjung situsnya. Sementara pengunjung situs berharap mendapatkan informasi bermanfaat dari website yang dikunjungi.

Menghindari Algoritma Google Dinosaurus

Algoritma-Google-Dinosaurus
source: freepik

Google sengaja mengembangkan berbagai macam algoritma, untuk menghasilkan penelusuran yang akurat pada SERP. Sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi yang sesuai, dengan topik yang mereka cari.

Agar situs atau blog kita bisa terhindar dari hukuman algoritma Google tersebut, ada baiknya kita mengikuti peraturan algoritma tersebut.

  1. Buatlah konten yang original, jangan mengkopi paste secara utuh dari sumber yang ada.
  2. Hindari memasang banner iklan terlalu banyak, karena dapat menurukan kecepatan situs, dan akan mengganggu pengunjung situs.
  3. Jangan memasang script yang mengandung malware.
  4. Hindari membuat konten yang memiliki unsur dewasa.
  5. Jangan menyematkan backlink yang tidak sesuai dengan topik konten ataupun situs. Terlebih backlink ke situs judi ataupun porno.
  6. Jangan menerapkan tehnik Black Hat SEO.
  7. Jangan pernah sekalipun membuat artikel yang isinya tidak sesuai dengan judul, demi meningkatkan daya tarik pengunjung.
  8. Hindari terjadinya duplikat konten.

Algoritma Google berlogo Dinosaurus ini memang tidak boleh diremehkan, karena bila kita sampai melanggar, situs kita bisa di-deindeks oleh Goolge. Sehingga tidak akan muncul lagi pada SERP (Search Engine Result Page). Selain itu, akan sangat sulit membangun kembali, situs yang sudah di-deindeks oleh Google. Untuk itulah para pemilik website atau blog, harus lebih memahami Algoritma Google Dinosaurus.

Selain Algoritma Dinosaurus, ada juga algoritma Google lainnya yang harus dipahami, seperti Algoritma Google Panda, Pirate, PigeonMobilegeddonHummingbirdPenguin, serta Google Caffeine.