Akses Mesin AI ”Bang Joni” Dibuka Untuk Publik

Bang Joni buka akses untuk umum.
85

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Bang Joni Dibuka Untuk Umum

Bang Joni telah dibuka untuk umum - Startup - News
Arra Primanta (CMO Bang Joni), Diatce Harahap (CEO Bang Joni), Joni Yulianto (Senior Marketing Manager).

Pengembang platform kecerdasan buatan (AI) BJtech, yang membuat chatbot Bang Joni, kini telah dibuka aksesnya untuk publik. Keterbukaan ini membuka kesempatan untuk para pelaku bisnis atau individu untuk mengembangkan chatbox mereka dalam aplikasi, situs, maupun platform lainnya.

BJtech juga mengumumkan tentang soft launching implementasi pertamanya dengan BNI. Produk chatbot ini bernama “Cinta: Personal Intelligent Banking”.

Produk yang dapat diakses melalui Facebook Messenger dan Twitter ini memiliki tugas untuk membantu nasabah mengelola keperluan banking BNI. Mulai dari sharing info, registrasi produk-produk BNI, hingga transaksi UnikQu.

“Pembukaan platform ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pengguna yang ingin menciptakan dan mengembangkan chatbot sesuai kebutuhan masing-masing”, tutur Diatce G Harahap selaku CEO Bang Joni. Misalnya pelaku bisnis menggunakannya untuk marketing channel, customer service support, menyebarkan info produk, pemesanan produk, asisten pribadi, hingga diintegrasikan dengan sistem internal perusahaan.

“Sementara non bisnis atau individu bisa belajar mengembangkan chatbot mereka sendiri untuk aktivitas percakapan sehari-hari maupun hiburan. Misalnya untuk pengembangan chatbot hiburan, gaming, dan lainnya,” kata Diatce.

Pengguna hanya perlu memerhatikan langkah-langkah teknis yang relatif sederhana, sehingga pengguna tidak diharuskan untuk memiliki skill pemograman tertentu. Pertama, pengguna perlu menentukan tujuan pembuatan chatbot itu sendiri. Setelah pengguna menentukan tujuan pembuatannya, penggguna dapat merancang alur percakapan, gaya bahasa, dan gramatika yang digunakan chatbot.

Setelah itu pengguna bisa langsung menghubungkan chatbot yang mereka buat agar bisa diimplementasikan di berbagai aplikasi pesan, seperti Line, Facebook Messenger, Telegram, dan Twitter.

Pihak BJtech telah menerapkan dua metode, standar dan premium. Untuk standar, pengguna tidak dikenakan biaya apapun Namun untuk metode premium, berlaku apabila pengguna ingin meningkatkan fitur yang lebih kompleks sehingga perlu menempatkan tenaga engineer.

Diatce menuturkan bahwa ia ingin mendorong para pelaku UKM untuk membuat chatbot dulu, dan membuat dampak sosialnya. Dengan keterbukaan ini para pelaku UKM bisa memiliki chatbotnya sendiri dengan mudah.

Baca juga berita Startup lainnya.