SoCash Untuk Gerakan Nasional Non Tunai

SoCash Untuk Komunitas Non Tunai

Socash - Startup - News
SoCash

Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Agus Martowardojo selaku Gubernur BI pada tahun 2014 silam, diharapkan bisa meninggalkan transaksi dengan uang tunai secara bertahap. Itulah mengapa dalam beberapa tahun terakhir BI gencar mendorong sistem pembayaran elektronik di berbagai fasilitas umum, seperti Transjakarta Busway hingga jalan tol.

Namun Hari Sivan, mantan banker di DBS Bank, mempunyai pendapat yang berbeda. Meski saat ini tengah membangun pengalaman di bidang pembayaran digital, namun ia percaya bahwa uang tunai masih akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

“Uang tunai adalah metode pembayaran yang sangat efektif. Transaksi bisa langsung selesai, tanpa biaya tambahan, dan bisa diterima di mana pun. Di negara maju seperti Singapura sendiri, penarikan uang tunai di ATM bisa terjadi delapan puluh juta kali dalam seminggu,” jelas Sivan.

Cashless society mungkin baru bisa terbentuk beberapa dekade ke depan dikarenakan masih banyak orang yang belum terhubung dengan layanan bank menurut Sivan. Hal itulah yang kemudian mendorong Sivan untuk membangun sebuah startup yang bisa merevolusi cara bank dalam mengedarkan uang tunai. Startup yang ia dirikan di Singapura tersebut ia beri nama SoCash. SoCash merupakan layanan yang bisa mengubah sebuah toko biasa menjadi tempat untuk mengambil dan mentransfer uang tunai ke rekening bank.

Sivan mengatakan bahwa layanan ini bisa menjadi alrernatif dari jaringan ATM. Layanan ini juga bisa menjadi tambahan pemasukan bagi pemilik toko karena akan ada komisi untuk setiap transaksi yang terjadi.

Socash telah mendapat pendanaan Seri A dengan jumlah yang tidak disebutkan dari Vertex Ventures, yang merupakan investor dari Grab. Sebelumnya, mereka juga telah mendapat pendanaan tahap awal  pada bulan Juli 2016 yang lalu. Pendanaan ini akan mereka gunakan untuk mengembangkan tim dan memperluas operasional mereka ke negara baru, terutama Indonesia. SoCash juga bisa membantu bank untuk memberikan pelatihan kepada para kasir di toko, agar bisa mengerti sistem tersebut dengan baik.

Menurut Sivan, mereka adalah alternatif dari operator uang tunai tradisional dan perusahaan keamanan yang berkeliling mengisi uang di ATM dengan kendaraan khusus dan senjata. Selama empat puluh tahun terakhir, operator tradisional tersebut seperti tidak mempunyai pesaing yang berarti.

SoCash pun harus bersaing dengan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Layanan tersebut memungkinkan toko-toko kecil untuk menjalankan beberapa aktivitas perbankan. Menarik untuk ditunggu bagaimana SoCash bisa berkembang di tanah air nantinya.

Baca juga berita startup lainnya.